Latest Entries »

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ada seorng cewek memberikan tantangan kepada cwonya untuk hidup tanpa drinya, untuk tidak ada komunikasi sama sekali antara mereka selama sehari..Dia berkata pada cwonya, kalo kmu bisa melewati itu, aku akan mencintai kmu selama nya.. Si cwonya pun setuju,, dia tidak sms/telpon cwenya seharian..

Tanpa dia ketahui bahwa cwenya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker..

K’esokan harinya cwonya prg krmh cwenya. Air matanya pun tiba2 menetes melihat cwenya sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis “Kamu Berhasil Sayang, bisakah kamu lakukan itu stiap hari??I LOVE YOU..”

Don’t Ever lost contact with someone you care, you’ll never know what’s gonna happen the next day, or the day after that..

Even a single “hi” or a “good morning” Before you know that someone is no longer there….

Hidup manusia ditandai oleh upaya pemenuhan kebutuhan, baik fisik, mental, emosional, material maupun spiritual. Bila kebutuhan dapat dipenuhi dengan baik, berarti tercapai keseimbangan dan kepuasan. Pada kenyataannya, usaha tersebut seringkali mendapat banyak rintangan.

Kesulitan hidup itu selalu membawa manusia pada keadaan tertekan dan dilanda rasa bosan atau jemu. “kujemu dengan hidupku, yang penuh liku-liku,”, demikian Koes Plus menggambarkan suasana bosan itu lewat lagu. Kejemuan memang bisa sangat mengganggu kehidupan kita. Untuk itu harus ada cara mengusirnya.

Berikut ini lima hal yang bisa dilakukan saat bosan menyerang:

* Minum secangkir teh hangat rasa mint untuk menenangkan perut atau menikmati secangkir wedang (minuman) jahe sambil menghirup aromanya.

* Cobalah membicarakan topik ringan dengan kawan di sekitar Anda.

* Jalan-jalan di udara terbuka yang cerah. Pemandangan luar dapat membuat mata segar.

* Lakukan olahraga ringan beberapa menit, untuk mengembalikan otot yang tegang.

* Cobalah hirup aroma kayu manis atau makan roti (biskuit) yang mengandung kayu manis. Aroma rempah hangat ini dapat membangkitkan perasaan bahagia, dan pikiran pun lebih kreatif.

seorangayah.wp.com, seorangayah dapat kiriman email dari seseorang yang juga berperan sebagai ayah saat ini, sebuah tulisan yang dapat menjadi bahan renungan, bagi siapa saja yang sudah dan akan menjadi ayah, yang kemudia akan timbul pertanyaan dalam diri “AYAH SEPERTI APAKAH KITA?”.

Moga Setelah membacanya, kita dapat membaca diri kita sebagai ayah dan calon ayah serta dapat memposisikannya menjadi yang terbaik di dalam keluarganya khususnya dan masyarakat umumnya. Selamat Membaca…

=============

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah.

“Yah, beras sudah habis loh…,” ujar isterinya.

Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah,

namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya daridalam rumah,

“Ayah, besok Agus harus bayar uang praktek.””Iya…,” jawab sang Ayah.

Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.

Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam,”Besok beliin lengkeng ya”

dan saya hanya menjawabnya dengan “Insya Allah”

sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.

Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, “Jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya”. Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan sedikit berkelakar,”Ini, anak siapa minta susunya ke siapa”. Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya? Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor.

Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun. Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat,”Iya, nanti semua Ayah bereskan,” meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.

Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan. Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya,karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.

Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang dibalik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu. Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.

Sungguh, di antara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu,agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam. Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai.

Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia takkan menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.

Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum.

Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya. Semoga.

============

Cobalah untuk sekedar bercermin, “AYAH SEPERTI APAKAH KITA?”

Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster atau Twitter sedikit banyak telah mengubah perilaku dan gaya hidup sebagian besar masyarakat.

Pengaruh luar biasa dari jejaring sosial dunia maya ini juga telah merasuk dalam kehidupan pribadi para penggunanya, termasuk perilaku berhubungan dengan orang lain.

Jejaring Facebook – yang saat ini merupakan situs yang paling banyak diakses –  telah mengubah banyak aspek perilaku, khususnya terkait dengan cara menjalin hubungan dengan pasangan.

Ada banyak temuan menarik yang sering dilakukan oleh pengguna facebook baik pria maupun wanita:

1. Tak jujur dalam status

24 persen facebookers tidak memasang status relationship mereka sejujurnya. Dengan begitu, mereka lebih menyukai ‘opsi terbuka’ pada kemungkinan selingkuh atau meneruskan flirting dengan orang lain. Tercatat 27 persen pengguna tidak memasang status hubungan sama sekali, dan setengah dari mereka masih melajang.

2. Sarana Flirting

70 persen pengguna mengaku memanfaatkan Facebook untuk merayu atau menggoda teman.  Sebanyak 24 persen si penggoda ini mengunakan jejaring sosial  untuk merayu orang lain ketimbang pasangannya sendiri.

3. Membakar cemburu

59 persen mengaku sering cemburu karena pasangannya berhubungan dengan orang lain di Facebook. Hasil penelitian Amy Muise Ph.D dari University of Guelph, mengindikasikan, Facebook berkontribusi memicu kecemburuan, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak punya kecenderungan atau sifat cemburuan.

4. Bencana posting wall

29 persen mengatakan bahwa kiriman pesan di dinding (wall) atau foto dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Sebanyak 42 persen mengatakan, mereka mendapat keluhan dari pasangannya, dan 11 persen dari yang disurvey menempatkan pasangan mereka pada profil terbatas sehingga tak dapat mengakses atau melihat semua aktivitas yang dilakukannya di Facebook (baik kiriman di wall, kementar atau foto).

5. Pilih teman yang menarik

55 persen facebooker mengirim friend request kepada seseorang yang mereka anggap menarik dan penting. Sebanyak 23 persen  mengirim ajakan teman pada orang tak dikenal tetapi berpenampilan menarik.

6. Cari mantan kekasih

85 persen pengguna mencari dan menelusuri mantan kekasihnya melalui Facebook.  Sekitar 17 persen dari mereka selalu mengecek halaman mantan kekasihnya, setidaknya sekali dalam seminggu.

7. Mengintai pacar atau eks pacar

59 persen facebooker selalu ‘mengintai’ profil pasangannya atau mantan kekasihnya, mencari petunjuk tentang hubungan mereka dengan orang lain. Apakah Anda juga termasuk pengintai?

8. Cinta lama bersemi kembali

32 persen wanita mencoba menjalin kembali hubungan dengan kekasihnya di Facebook. Sekitar 16 persen dari wanita ini berstatus sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Bagaimana dengan pria? Sekitar 36 persen pria mencoba menjalin kembali dengan mantannya melalui Facebook; 1 dari 5 pria ini mengaku sedang menjalin hubungan. Sementara itu sekitar 3 persen responden mengakhiri hubungannya dengan membatalkan status hubungan melalui Facebook.

9. Membobol akun pasangan

23 persen responden mengaku pernah membobol atau nge-hack akun pasangannya di Facebook  * Sebanyak 18 persen responden mengaku tahu password pasangannya, sekitar 85% persen mengaku diberitahu password-nya, 16% menebak password-nya, dan   9% responden sengaja nge-hack akun Facebook pasangan.

10. Ajang selingkuh

Sebanyak 5 persen responden mengaku berselingkuh dengan orang lain. Bagaimana mereka berselingkuh lewat Facebook? Para responden memberikan sejumlah alasan ;

– “Saya bosan dengan hubungan selama ini. Rayuan-rayuan di Facebook memutuskan saya untuk berselingkuh.”

– “Saya pernah bertemu bahkan tidur dengan dua lelaki yang saya kenal di Facebook.”

– “Ya, saya berselingkuh dengan seseorang yang saya temui di Facebook (teman selingkuh saya adalah mutual friend dan satunya lagi teman dekat).”

– “Saya membuat rencana-rencana untuk bertemu melalui pesan di Facebook.”

– “Ada seorang lelaki yang pernah saya kenal selama bertahun-tahun. Walau saya berkencan dengan orang lain ketika itu seperti halnya yang dia lakukan, kami  masih sering kontak melalui Facebook— semisal merancang pertemuan, mengekspresikan perasaan satu sama lain dsb .”

– “Saya menggunakan pesan pribadi untuk merancang pertemuan dengan mantan-

Sumber: http://www.kompas.com

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, ”berapa lama lagi kamu baca koran itu? tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.” Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya banjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.

Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.” Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, “boleh ayah. Akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta…” agak ragu2 sejenak… “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”

Aku menjawab,

“Oh pasti sayang”.

Sindu tanya sekali lagi,

“betul nih ayah?”

“Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: “Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.” Sindu menjawab, “jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok.”

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin /dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata, “permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!” Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita. Aku coba membujuk: “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak.”

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, “tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain,” kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, “tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.” Sindu dengan menangis berkata, “ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, “janji kita harus ditepati.” Secara serentak istri dan ibuku berkata, “apakah aku sudah gila?” “Tidak,” jawabku, “kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri.”

“Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong tunggu saya.” Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak. Aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, “anak anda , Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.” Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu, “bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan aku menangis melihat tidakan anakku untuk memberikan semangat pada temannya, oh Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang kasih.

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,

Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,

Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,

Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,

Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,

Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,

Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,

Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,

Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,

Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,

Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,

Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,

Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup

1. WHEN U R ONLY 5 YRS OLD, I SAID I

LOVE U. U ASKED ME: WHAT IS IT?

(Saat kamu 5 thn, aku bilang aku cinta

padamu.

kau bertanya “apa itu?”)

2. WHEN U R 15 YRS OLD, I SAID I

LOVE U.

U BLUSHED… U LOOK DOWN AND

SMILE…

(Saat kamu 15 thn, aku bilang aku cinta

padamu,

kamu malu dgn muka memerah,

menunduk dan

tersenyum)

3. WHEN U R 20 YRS OLD, I SAID I

LOVE U.

U PUT UR HEAD ON MY SHOULDER

AND

HOLD MY HAND… AFRAID THAT I

MIGHT

DISSAPEAR…

(Saat kamu 20 thn, aku bilang aku cinta padamu, kamu

meletakkan kepalamu dipundakku,

memegang

tanganku, takut aku akan menghilang..

pergi jauh)

4. WHEN U R 25 YRS OLD, I SAID I

LOVE U.

U PREPARE BREAKFAST AND SERVE

IT IN

FRONT OF ME, AND KISS MY FORHEAD

SAID: U BETTER BE QUICK, IT’S

GONNA

BE LATE~

(Saat kamu 25 thn, aku bilang aku cinta

padamu,

kamu menyiapkan sarapan, dan

mencium keningku

sambil berkata, “Sebaiknya kamu cepat makan,

nanti terlambat”)

5. WHEN U R 30 YRS OLD, I SAID I

LOVE U.

U SAID: IF U REALLY LOVE ME,

PLEASE

COME BACK EARLY AFTER WORK .

(saat kamu 30thn, aku bilang aku cinta

padamu,.kamu menjawab, “klo kamu

memang cinta

padaku, pulanglah lebih awal dari kantor)

6. WHEN U R 40 YRS OLD, I SAID I

LOVE U.

UR CLEANING THE DINING TABLE AND

SAID: OK DEAR, BUT IT’S TIME FOR U

TO

HELP OUR CHILD WITH HIS/HER

REVISION…

(Saat kamu 40 thn, aku bilang aku cinta

padamu,

kamu membersihkan meja makan dan

berkata, ”

baik sayang, tapi ini sudah waktunya membantu anak2x mengerjakannya tugasnya..”

7. WHEN U R 50 YRS OLD, I SAID I

LOVE U.

UR KNITTING AND U LAUGH AT ME:

(Saat kamu 50 thn, aku bilang aku cinta

padamu,..kamu asyik menjahit tertawa

mendengarnya)

8. WHEN U R 60 YRS OLD, I SAID I

LOVE U.

U SMILE AT ME SMILE

(Saat kamu 60 thn, aku bilang aku cinta

padamu,

kamu hanya tersenyum)

9. WHEN U R 70 YRS OLD. I SAID I

LOVE U.

WE SIT ON THE ROCK ING CHAIR WITH

OUR GLASSES ON. I’M READING

YOUR LOVE LETTER THAT U SENT TO

ME

50 YRS AGO…WITH OUR HAND

CROSSING

TOGETHER…

(Saat kamu 70 thn, aku bilang aku cinta

padamu.

Kita duduk berdua diatas kursi goyang.

dengan kacamata sambil

membacakan surat cinta yang pernah kamu

buat 50 thn

yang lalu…tangan kita saling bersilangan)

10. WHEN U R 80 YRS OLD, U SAID U

LOVE

ME! I DIDN’T SAY ANYTHING BUT

CRIED…

THAT DAY MUST BE THE HAPPIEST

DAY

OF MY LIFE! BECAUSE U SAID U LOVE

ME!!

(Saat kamu 80 thn, kamu bilang kamu cinta

padaku.

Aku hanya diam tapi mataku berlinang

air mata.

hari itu adalah hari yang paling

membahagiakan

bagiku karena kamu bilang kamu cinta padaku!!!!)

PLEASE APPRECIATE YOUR LOVED

ONES..

SAY “I LOVE YOU” TO THEM TODAY

INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM

MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama

MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa

INDONESIA : Angkatan Darat

MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi

INDONESIA : Angkatan Udara

MALAYSIA : Laskar Angin-Angin

INDONESIA : “Pasukaaan bubar jalan !!!”

MALAYSIA :”Pasukaaan cerai berai !!!”

INDONESIA : Merayap

MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi

INDONESIA : rumah sakit bersalin

MALAYSIA : hospital korban lelaki

INDONESIA : telepon selular

MALAYSIA : talipon bimbit

INDONESIA : Pasukan terjung payung

MALAYSIA : Aska begayut

INDONESIA : belok kiri, belok kanan

MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan

INDONESIA : Departemen Pertanian

MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam

INDONESIA : gratis bicara 30 menit

MALAYSIA : percuma berbual 30 minit

INDONESIA : Satpam/sekuriti

MALAYSIA : Penunggu Maling

INDONESIA : pejabat negara

MALAYSIA : kaki tangan negara

INDONESIA : pemerkosaan

MALAYSIA : perogolan

INDONESIA : Pencopet

MALAYSIA : Penyeluk Saku

INDONESIA : joystick

MALAYSIA : batang senang

INDONESIA : Tidur siang

MALAYSIA : Petang telentang

INDONESIA : remote

MALAYSIA : kawalan jauh

INDONESIA : kulkas

MALAYSIA : peti sejuk

INDONESIA : chatting

MALAYSIA : bilik berbual

INDONESIA : rusak

MALAYSIA : tak sihat

INDONESIA : keliling kota

MALAYSIA : pusing pusing ke Bandar

INDONESIA : Tank

MALAYSIA : Kereta kebal

INDONESIA : bioskop

MALAYSIA : panggung wayang

INDONESIA : rumah sakit jiwa

MALAYSIA : gubuk Gila

INDONESIA : dokter ahli jiwa

MALAYSIA : Dokter Gila

INDONESIA : pintu darurat

MALAYSIA : Pintu kecemasan

INDONESIA : Wortel

MALAYSIA : Karet

INDONESIA : Air Bening

MALAYSIA : Air Kosong

To Anggi